Karta.co.id

Agung Dhamar, Dari Tubuh Memancarkan Sinar

  • Senin, 6 Juli 2020 | 23:31
Agung Dhamar, Dari Tubuh Memancarkan Sinar
Makam Bhujuk Agung Dhamar di Desa Pakamban, Kecamatan Pragaan Sumenep. (Foto Busri Toha / KARTA.CO.ID)

KARTA.CO.ID, SUMENEP – Bhujuk Agung Dhamar, terletak di Desa Pakamban, Kecamatan Paragaan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Agung Dhamar merupakan sang Waliyullah, yang keturunan-keturunannya telah mendirikan pesantren-pesantren besar di Jawa dan Madura.

Untuk sampai ke lokasi makam sang Waliyullah itu, membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari jalan Raya Sumenep – Pamekasan ke arah utara. Meski hanya sekitar 5-6 km, tapi harus ditempuh dengan waktu cukup lama.

Karena jalan beraspal tidak semua mulus. Rusak, tanjakan, tikungan dan berbagai rintangan lainnya. Namun, ingin tahu dengan makam Pujuk Agung Dhamar, tak menyurutkan hati untuk terus melangkah.

Siapa Bhujuk Agung Dhamar itu? Mengapa dipanggil Agung Dhamar?

Dhamar merupakan bahasa madura, yang memiliki arti lampu. Konon, dijuluki sebagai Bhujuk Agung Dhamar Karena keilmuan beliau yang sangat tinggi dan memiliki makritullah yang mempuni, sehingga dapat menyinari masyarakat. Menerangi hati masyarakat dan dapat hijrah dari kehidupan gelap gulita menuju kehidupan penuh cinta pada sang Maha Kuasa.

Dalam riwayat lain, dipanggil Bhujuk agung dhamar karena kewalian dan karomahnya yang sangat luar biasa.

Kiai Sahena, tokoh masyarakat dan juru kunci makam Pujuk Agung Dhamar mengatakan, dipanggil Agung Dhamar, konon ketika wafat, dari tubuhnya mengeluarkan cahaya yang menerangi masyarakat. Tubuhnya yang suci, terpancar sinar sehingga ketika wafat tak perlu lampu penerang karena telah tersinari dari tubuh sang waliyullah itu.

Bhujuk Agung Dhamar, merupakan nama gelar. Nama asli beliau adalah Seych abd Qorib. Silsilah beliau hingga sampai kepada kanjeng Nabi Muhammad.

Keturunan Keturunan Beliau telah mendirikan Pesantren Pesantren Besar di Jawa dan Madura.

Setiap bulan Syakban, dilaksanakan Haul di Pujuk Agung Dhamar. Hadir para kiai dari berbagai pondok pesantren di Madura.

Maklum, Keturunan keturunan beliau, kini mendirikan beberapa pesantren besar di Madura dan Jawa. Seperti Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, Pondok Pesantren Al Amin Prenduan Sumenep, Yayasan Pesantren Agung Dhamar Pakamben, Ponpes Kembang Kuning Pamekasan, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo dan beberapa pesantren lainnya. (ibn toha)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional