Karta.co.id

Anggota DPRD Sumenep Menilai Pengelolaan Pasar Kurang Profesional

  • Sabtu, 25 Juli 2020 | 10:32
Anggota DPRD Sumenep Menilai Pengelolaan Pasar Kurang Profesional
Anggota komisi II DPRD Sumenep, Juhari.

KARTA.CO.ID, SUMENEP – DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur. menilai pengelolaan pasar di Sumenep, Madura, Jawa Timur belum menunjukkan hasil yang maksimal.

Berdasarkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Sumenep dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menghasilkan kesimpulan negatif, bahwa PAD Sumenep yang didapat dari pasar masih minim dan cenderung merugi.

“Kami agar dinas terkait itu lebih profesional dan memaksimalkan potensi yang ada,” kata Juhari, Kamis (23/7/2020).

Juhari membeberkan pengelolaan pasar yang tidak maksimal itu diantaranya pasar sapi di Desa Pakandangan Sangrah, Bluto, Sumenep.

Pasar Sapi yang menelan anggaran sebesar Rp 2,3 Miliar dari APBN tahun 2014 itu nyaris nol persen sumbangannya terhadap APBD Sumenep.

“Hal ini menunjukkan bahwa dinas terkait tidak profesional. Rugi dong, dengan anggaran sebesar itu tapi nol persen hasilnya untuk Sumenep,” tegasnya.

Untuk itu, Anggota DPRD Sumenep dari Fraksi PPP ini mengusulkan agar pengelolaan pasar itu dipihakketigakan. Bila pada tahun berikutnya masih belum berfungsi, Juhari mengaku akan memangkas anggaran pengelolaan pasar di dinas terkait. (di/ibn).

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional