Karta.co.id

BLT-DD Bisa Dicabut Kembali, Bila?

  • Selasa, 9 Juni 2020 | 15:31
BLT-DD Bisa Dicabut Kembali, Bila?

KARTA.CO.ID, SUMENEP – Bila penyaluran BLT-DD tumpang tindih atau tidak tepat sasaran maka uang bisa dicabut atau ditarik kembali. Demikian ditegaskan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kabid Pemdes DPMD Sumenep, Supriadi mengatakan, Pencabutan atau penarikan uang BLT-DD itu dilakukan dengan cara ditetapkan dalam Perubahan Peraturan Kepala Desa (Perkades) melalui musyawarah desa (Musdes) khusus.

“Harus dirubah, harus dicabut, harus memilih salah satu dari jaring pengaman sosial,” katanya Selasa (8/6/2020).

Dikatakan, apabila diketahui terjadi tumpang tindih atau salah sasaran pada tahap satu, maka data penerima BLT-DD harus segera diubah sebelum masuk pada proses pencairan tahap kedua.

“BLT-DD tahap dua sudah tidak diragukan lagi itulah nama orangnya yang akan menerima,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah desa tidak diperbolehkan melakukan pemotongan atau perubahan jumlah nominal pada saat proses pencabutan atau penarikan uang BLT-DD. “Kalau BLT-DD jelas nominalnya enam ratus, tidak boleh ada pemotongan,” bebernya.

Pemerintah desa juga diminta untuk melakukan pendataan terhadap warga yang dinilai berhak menerima bantuan. Apabila berdasarkan data sebelumnya, diketahui belum masuk dalam daftar nama penerima BLT-DD.

Pendataan itu dilakukan oleh relawan desa melawan Covid-19 dibuktikan dengan surat tugas dari kepala desa sebagai pengganti dari penerima BLT-DD sebelumnya yang diketahui terjadi tumpang tidih atau salah sasaran tersebut.

“Yang belum mendapatkan (BLT-DD, red) tarik masuk ke dalam. Hanya merubah tanggal tetapi tidak merubah nominalnya,” urainya.

Dijelaskan, daftar nama penerima BLT-DD yang baru harus diberi tanda sebagai bukti bahwa telah dilakukan perubahan data sehingga mempermudah dalam pengecakannya. (di/ibn)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional