Karta.co.id

DPMD Sumenep Pastikan Demo Juruan Laok tak Ganggu Tahapan Pilkades

  • Selasa, 8 Oktober 2019 | 15:33
DPMD Sumenep Pastikan Demo Juruan Laok tak Ganggu Tahapan Pilkades
Aksi warga di depan Gedung DPRD Sumenep.

KARTA.co.id, SUMENEP – Aksi demonstrasi ratusan warga Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih, Sumenep, Madura, Jawa Timur mengepung tiga instansi Pemkab setempat, dipastikan tidak mengganggu tahapan Pilkades Serentak 2019.

Seperti diketahui, kedatangan mereka guna memprotes bakal calon yang didukungnya tidak diloloskan oleh panitia pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli menegaskan tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) Juran Laok, Kecamatan Batuputih terus berjalan sesuai yang diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) 54/2019.

“Tahap Pilkades tetap jalan sesuai dengan aturan,” katanya pada sejumlah media.

Apabila menemukan kejanggalan, Ramli mempersilahkan masyarakat untuk menempuh jalur hukum

“Kalau menemukan ada ketedak beresan silahkan laporkan, kalau tidak puas secara teknis laporkan secara hukum. Ada ruang hukum untuk mencari kebenaran, karena DPR bukan lembaga mengadili benar dan salah,” jelasnya.

Ditanya soal penentuan skoring, mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) mengatakan penentuan skoring telah diatur dalam Perbup 54/2019.

“Nilai itu merupakan amanat regulasi diatasnya, disana sudah jelas apabila bakal calon lebih dari lima dilakukan seleksi tambahan. Bagaimana caranya, ya tentunya dari nilai, nilai ini bentuk transparan,” ungkapnya.

Apabila terdapat yang mempersoalkan hasil skoring, maka Ramli menyarankan untuk diadukan kepada lembaga penegak hukum. Sebab, apabila penetapan calon telah dilakukan oleh panitia, hasilnya tidak bisa dibatalkan oleh siapapun, terkecuali putusan lembaga penegak hukum.

“Ada ruang untuk diadukan, kalau ada pelanggaran adminitrasi bisa diadukan ke PTUN, kalau permasalahan di Perbup silahkan uji ke MK (mahkamah konstitusi) atau MA (mahkamah agung),” tegasnya, sebagaimana dikatakan kepada media Koran Madura.

Untuk diketahui ratusan warga Juruan Laok, Kecamatan Batu Putih, Sumenep mengepung tiga instansi Pemkab setempat. Mereka memprotes bakal calon yang didukungnya tidak diloloskan oleh panitia pemilihan Kepala Desa (Pilkades) setempat.

Bakal calon atas Noer Mahenny tidak diloloskan karena skornya dinilai tidak sampai. Bahkan, di pengalaman pemerintahan mendapatkan skor 0. Padahal, balon perempuan ini pernah bekerja sebagai tenaga honorer di Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (Kemen PUPR). (*)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional