Karta.co.id

HIJRAH MENUJU MADURA 4.0

  • Jumat, 25 September 2020 | 12:39
HIJRAH MENUJU MADURA 4.0

KARTA.CO.ID, SUMENEP – Dalam memperingati Hari Tani Nasional, Indonesia sebagai negara agraris dan maritim menghadapi berbagai persoalan yang menjadi pekerjaan rumah besar untuk kembali Indonesia sebagai negara yang berdaulat di bidang pangan, swasembada pangan.

Berbagai persoalan dihadapi sektor pertanian di Indonesia, mulai dari persoalan keterbatasan lahan produksi, ketimpangan kepemilikan lahan pertanian, daya saing produk pertanian Indonesia, ketahanan pangan dan kedaulatan pangan hingga persoalan kesejahteraan petani.

Potensi yang sudah dimiliki oleh Kabupaten Sumenep terutama di potensi SDM usia produktif yang melimpah sekitar 75%, dan juga potensi SDA nya terutama di sektor agribisnis yang berkontribusi terhadap PDRB di atas 50% ; pertanian, peternakan, perikanan, merupakan modal dasar untuk menuju Sumenep yang mandiri dan maju, jika dikelola dengan baik. Kuncinya fokus saja untuk membenahi sektor unggulan pertanian dan kemaritiman utamanya di Sumenep. Terbukti di kuarter II, pertanian adalah sektor yang masih tetap tumbuh di atas 5 persen (di saat sektor lainnya minus). Berarti sektor inilah yang memang bisa diandalkan.

Dengan cara biasa-biasa saja sektor ini masih bisa tumbuh di atas 5 persen, apalagi dengan cara-cara “tidak biasa” plus dengan sentuhan teknologi, yang memang sudah menjadi DNA generasi milenials produktif.

Saya memimpikan cara-cara yang “tidak biasa” dengan sentuhan teknologi ini jika diimplementasikan di madura oleh generasi milenial yang produktif, pastinya sektor agribisnis ini akan bisa tumbuh lebih tinggi lagi.

Memimpikan petani dan nelayan Madura dapat segera mengakses dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktifitas di produk pertanian dan perikanannya (digitalisasi pertanian). Dimulai di sisi on farmingnya, mulai dari menghasilkan benih unggul berbasis bioinformatics, pengendalian hama terpadu secara cerdas dengan Artifical Intelligence (AI), pemupukan presisi, penggunaan smart tractor, penyemaian benih dengan robot yang seharga $100, drone untuk memantau pertumbuhan tanaman, pemupukan, maupun luasan panen, bahkan kita bisa mengidentifikasi penyakit tanaman dengan menggunakan apps di smartphone. Petani-petani dapat menjadi manajer, tidak lagi bekerja sepanjang hari di ladang.

Kemudian di sisi off farmingnya, digitalisasi di sistem distribusi, logistic, dan pemasaran yang sudah menggunakan teknologi digital, yang dapat meniadakan peran para tengkulak-tengkulak yang selama ini suka memainkan harga yang berakibat kepada kesejahteraan petani dan nelayan.

Sudah saatnya generasi milenial madura, dengan SDM usia produktifnya yang mencapai 75% tersebut menjadi tanitechpreneur menggantikan generasi orang tuanya, generasi yang lebih melek teknologi.

Semua ini akan bisa terealisasi apabila ada political will yang kuat dari pemangku kebijakan untuk menjadikan sektor pertanian ini menjadi prioritas utama tumpuan pemulihan perekenomian, sekaligus juga pembuka lapangan pekerjaan yang signifikan, dibantu dengan teknologi dengan bisnis model baru yang dapat menyejahterakan petani dan nelayan.

“Sektor pertanian dan pangan merupakan soal mati hidupnya suatu bangsa, apabila kebutuhan pangan tidak dipenuhi maka malapetaka, karenanya butuh usaha besar, radikal, dan revolusioner” – Ir. Soekarno.

Oleh : Ir. Donny M Siradj, MBA, MPP (Founder Yayasan Milenial Madura)

Selamat Hari Tani Nasional !

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional