Karta.co.id

Kisah Makam Sepanjang 10.5 Meter di Sumenep yang Tak Sepi dari Peziarah

  • Kamis, 30 April 2020 | 17:08
Kisah Makam Sepanjang 10.5 Meter di Sumenep yang Tak Sepi dari Peziarah
Foto: warga saat berziarah ke makam lanjeng di desa basoka, kecamatan rubaru, sumenep.

KARTA.CO.ID, SUMENEP – Salah satu makam yang dikenal cukup keramat terletak di Dusun Basoka Tengah, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep. Lokasinya, tepat berada di pinggir jalan.

Makam tersebut tersebut dianggap cukup keramat. Terbukti, tidak sedikit warga dari luar Basoka yang berziarah ke Makam tersebut. Uniknya, makam yang dikenal dengan Bhujuk Lanjhang itu, memiliki panjang sekita 11,5 meter. Keberadaannya sangat mudah diketahui, selain panjang yang tidak biasa, juga berada ditengah-tengah desa.

Di lokasi tersebut, sebenarnya terdapat dua makam yang ada di desa itu. Lokasi antar bhuju’ sekitar 100 meter. Namun, hingga kini masih belum diketahui asal-usul dua bhuju’ itu, karena sejak dulu bhuju’ ini sudah ada sejak desa ini masuk berupa hutan belantara.Tetapi, di dekat makam terdapat tanah pecaton milik abdi keraton Sumenep.

Warga setempat menilai, jika dua bhuju’ itu adalah suami-istri dari manusia ‘Landaur‘ atau manusia terpanjang di daerah itu.
Masyarakat setempat juga percaya, Bhuju’ Lanjhang dulunya adalah dua pasangan suami-istri yang sakti.

Suana makam/bujuk lanjeng saat disore hari. Yang terletak didusun basoka tengah, desa basoka, rubaru

“Dua bhuju’ ini sudah ada dari dulu dan masih belum diketahui asal muasalnya.
Warga mengeramatkan bhuju’ itu,” ungkap Moh Najib selaku juru kunci bhuju’ itu.

Kini, kondisi dua bhuju’ itu cukup terpelihara. Pagar tembok yang dibangun 9 tahun lalu melindungi bhuju’ keramat itu.
Begitu pula batu nisannya yang berada dari batu gunung masih utuh, tak termakan usia.

Namun, hanya satu bhuju’ yang di pinggir jalan yang dibangun pagar tembok.
Bhuju’ satu lagi belum dibangun dan dipercantik. Najib mengatakan, bhuju’ satu lagi tidak dibangun tembok karena lokasinya yang berada di antara banyak pohon mangga.

Dia menjelaskan Setiap mendekati bulan puasa seperti Puasa Ramadhan 2020 ini, warga menggelar upacara Rokat dengan menyembelih kambing di dekat bhuju’.
Selain membaca tahlil dan yasin bersama, tokoh atau sesepuh setempat melafalkan doa-doa.

“Tujuannya, agar warga setempat mendapat kebaikan dari Allah serta menghormati arwah leluhur mereka.
Rokat dilakukan turun-temurun pada saat mendekati bulan puasa,” terangnya. (di/ibn)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional