Karta.co.id

Minat Petani di Sumenep Tanam Tembakau Diprediksi Turun

  • Selasa, 9 Juni 2020 | 10:47
Minat Petani di Sumenep Tanam Tembakau Diprediksi Turun
Foto: lahan milik petani warga desa basoka, rubaru. Dibiarkan kosong saat musim tanam tembakau

KARTA.CO.ID, SUMENEP – Memasuki musim tanam tembakau, sejumlah petani di Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dihantui kecemasan.

Pasalnya, buruknya sektor tembakau dari tahun sebelumnya masih menjadi trauma sehingga tanam tembakau kurang diminati.

Nuruddin (32) petani asal Desa Montorna, Pasongsongan, masih berpikir ulang untuk menanam tembakau yang sudah turun temurun itu, sehingga lahan pertaniannya dibiarkan menganggur.

“Tahun ini, saya kurang berminat untuk tanam tembakau, karena beberapa tahun terakhir mengalami kerugian, walaupun kwalitas tembakau bagus, harga temabakau kurang memihak” ujarnya. Selasa, (9/6/2020).

Senada dengan Moh. Sabit (35) petani asal Kecamatan Dasuk, yang setiap tahunnya menanam tembakau itu mengurungkan niatnya dan memastikan tidak akan menanam tembakau, selain tanam tembakau membutuhkan perhatian serius dan juga membutuhkan mudal yang tidak sedikit, sementara harga tembakau kurang memihak dan petani mengalami kerugian.

“Saya masih berpikir ulang untuk tanam tembakau, tembakau saat ini bukan lagi daun emas yang bisa menjajikan keuntungan besar. Jadi untuk sementara lahan pertanianku dibiarkan kosong” ucapnya.

Pemuda Tani Maju Sumenep (PTMS). Rojula, memprediksi minat petani untuk menanam tembakau tahun 2020 akan mengalami penurunan sehingga akan banyak lahan dibiarkan kosong, hal itu disebabkan tembakau tidak lagi menjanjikan terhadap para petani.

“saat ini, semestinya sudah banyak lahan yang siap tanam tembakau, tapi masih banyak lahan baik dipegunungan ataupun persawahan dibiarkan dan tidak ada tanda-tanda untuk penanaman tembakau” katanya.

Rojula, mantan Aktivis PMII dari Serjana Pertanian itu, berharap kepada pemerintah untuk tidak berpangku tangan dengan kondisi petani disumenep. Karena kecemasan petani saat tiba musim tanam tembakau terkesan dibiarkan dan belum ada langkah solutif dari pemerintah terkait.

“kondisi ini terjadi, karena sejumlah petani mengaku masih trauma dari tahun-tahun sebelum, mereka mengalami kerugian saat panen, sehingga petani tidak lagi minat untuk tanam tembakau. Seharusnya kondisi ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, agar lahan pertanian produktif tidak dibiarkan kosong dan bisa lebih bermamfaatkan kepada petni” harap, Rojula, saat dikonfermasi melalui telepon selulernya. (di/ibn).

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional