Karta.co.id

Ngaji Politik An-Nahdliyah Bersama Menteri PDT untuk Kemandirian Desa

  • Sabtu, 28 November 2020 | 21:43
Ngaji Politik An-Nahdliyah Bersama Menteri PDT untuk Kemandirian Desa
Ngaji Politik An-Nahdliyah Bersama Menteri PDT untuk Kemandirian Desa

KARTA.CO.ID, SUMENEP – Menjelang perhelatan pilkada di Sumenep, Ratusan kiyai dari pengurus Cabang nahdlatul ulama (PC NU) Sumenep beserta banom, termasuk perwakilan MWC NU, dan pengurus PKB perwakilan kecamatan, menghadiri acara ngaji politik an_nahdliyah untuk kemandirian desa yang barokah di PP At_Taufiqiyah, desa Aengbaja Raja, Kecamatan Bluto Sumenep. Sabtu (28/11/2020)

Dalam acara ngaji politik itu, di hadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar, serta ketua PW NU Jawa Timur KH. Marzuqi Mustamar yg diwakili wakil rois syuriah, KH Ali Mahsan Musa.

Menurut Menteri asal PKB itu, point dari ngaji politik, yaitu ketika ada pesantren dan desa tertinggal langsung ditangani secara kongkrit dan cepat. Untuk di Sumenep akan dibagun pasar desa serta membantu pesantren yg tertinggal.

“Saya sudah minta anggota DPRD Jawa Timur temasuk anggota DPR RI dari PKB yg saat ini hadir agar ketertinggalan desa dan pesantren segera diperhatikan,”tegasnya.

Menurut kakak kandung Muhaimin Iskandar ini, PKB adalah kepanjangan tangan dari NU. Oleh karenanya dalam program dan kebijakan anngota DPRD, termasuk Bupati dan mentrinya hatus patuh terhadap dawuh ulama.

“Visi misi dan NU sama persis dg PKB. Bedanya cuma toriqohya. NU mengunakan jalur organisasi sosial keagamaan. Sementara PKB melalui jalur organisasi sosial politik” ungkapnya.

Sementara Wakil Rois syuriah PW NU KH. Ali Machsan Musa mengatakan. Jika Dalam NU pemilih pemimpin hukumnya wajib. Meskipun secara institusi organisasi jamiyah NU harus netral, namun warganya wajib memilih. Sehingga harus disukseskan.

“Semoga bapak Fatah Yasin dan Kiyai Ali Fikri, calon bupati dan wakil Bupati nomor urut dua sukses dengan hajatnya memimpin sumenep,” nadanya berdo’a.

Dalam tafsir munir diantara kalimat didalam ayat yg disebut berulang_ulang lafadz ” ad_dhulumat wan_nur”. Kata dhulumat yang artinya kegelapan disebutkan pertama.sedangkan An_nur disebutkan nomor dua. Artinya terang benderang. Kata itu disebut sebanyak 9_15 kali. Tempat kegelapan di sumenep banyak. Semoga kedepan, terang benderang.

“Mudah_mudahan isyaroh yg ada didalam Al-quran menjadi tanda dikabulkan hajat warga sumenep”, amin disambut hadirin.
Dalam menentukan pilihan di sumenep, diharapkan warga NU menggunakan pendekatan hati. Sehingga sesama warga NU tidak hanya dekat fisiknya, namun juga hatinya.

Selain pasangan cabup/cawabup nomor 02 Fatah Yasin dan Kiyai Ali Fikri, sejumlah tokoh NU dan Kiyai yg hadir diantaranya, Rois Syuriah PC NU Sumenep, KH Hafidzi Syarbini, mantan Rois Syuriah KH Taufiqurrahman FM, pengasuh pesantren Al.Bajigur Manding KH Abdurahman, Bupati Pamekasan Badrut Tamam, serta puluhan kiyai NU lainya. (ibn)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional