Karta.co.id

Ogah Pakek Alsintan, Petani di Sumenep Pilih Gotong Royong Saat Panen Padi

  • Minggu, 14 Maret 2021 | 13:55
Ogah Pakek Alsintan, Petani di Sumenep Pilih Gotong Royong Saat Panen Padi
Foto: sejumlah saat memanen padi dengan alat tradisional, di Dusun gilir Desa Torbang Kecamatan Batuan, Sumenep.

KARTA.CO.ID, SUMENEP – Teknologi di bidang pertanian semakin berkembag, sehingga petani akan lebih mudah melakukan sesuatu yang berhubungan dalam pengelolaan pertanian. dari Alat Mesin Pertanian (alsintan) pembajak sawah, alat untuk menanam padi, alat untuk memupuk hingga alat yang digunakan saat panen tiba.

Namun petani di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Lebih memilih bergotong dari pada memakai alsintan saat memanen padi. Sehingga banyaknya alsintan yang diberikan oleh pemerintah sebagian hanya menganggur.

Moh. Habir (54), Petani, asal Dusun Gilir, Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sumenep. Mengatakan, tidak memakainya alsintan saat panen padi dikarenakan hasil panen padi lebih menyusut ketimbang memakai secara manual.

“kalau pakek alsintan saat panen padi,banyak biji padi yang terbuang, karena biji padi masih belum lepas dari tangkainya sehingga ikut terbuang, sehingga hasilnya sedikit berkurang” ujarnya. Ahad, (14/3/2021).

Selain itu, gotong royong lebih membangun kebersamaan, dan tidak semua warga memiliki sawah atau menanam padi, sehingga bagi petani yang menggarab lahan mulai dari penanaman hingga panen membayar kepada warga.

“itu salah satu mamfaatnya, bagi pemilik lahan akan membayar kapada pengelola lahan atau membantu pekerjaan” ucapnya.

Sebenarnya pihaknya lebih membutuhkan handtraktor untuk membajak lahan, cuma disini kami belum memiliki atau dapat bantuan handtraktor, pihak berharap kepada pemerintah bisa memberikan bantuan handtraktor.

“sebenarnya, kami sangat butuh handtraktor untuk membajak lahan, karena selama ini untuk membajak tanah menggunakan sapi” harapnya.

Senada dengan M. Suhaidi (36), seorang petani asal Desa Basoka Rubaru, mengaku selama panen padi belum pernah menggunakan alsintan, dikarenakan kondisi sawah berada daratan tinggi sehingga alsintan akan lebih sulit menjangkaunya.

Sehingga para petani melakukan secara bergilir (aretan) untuk memanen padi.

“Kabanyakan warga memanen padi menggunakan secara manual, karena sebagian besar sawah berada didaratan tinggi, tapi jika alsintan yang cangkih sehingga lebih memungkin menjangkau maka kemunngkinan akan banyak yang memakai alsintan” jelasnya.

Pewarta: rudi kurniawan
Editor: Muni

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional