Karta.co.id

Pengamat Politik : DPP PPP Mestinya Lebih Cepat Keluarkan Rekom dalam Pilkada Sumenep

  • Selasa, 30 Juni 2020 | 16:33
Pengamat Politik : DPP PPP Mestinya Lebih Cepat Keluarkan Rekom dalam Pilkada Sumenep

KARTA.CO.ID, SUMENEP – Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan bahwa Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, dipastikan bakal berlangsung 9 Desember 2020.

Namun, dari beberapa partai politik di Sumenep masih belum mengeluarkan rekom siapa cabub atau cawabup yang bakal diusung. Salah satunya, DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Padahal, partai tersebut memiliki 7 kursi di lembaga DPRD Sumenep.

Pengamat Politik, Ajimuddin menanggapi molornya rekom PPP mengatakan, DPP PPP bisa dipastikan paham soal dinamika politik di Sumenep. Baik terkait kalkulasi politik maupun kalkulasi kultural atas eksistensi organisasi partainya.

“Dari dua sisi ini PPP memiliki peluang besar untuk keluar sebagai pemenang dalam Pilkada 2020 ini. Dan sejarah membuktikan itu di zaman rezim KH. Ramdhal Siraj preode keduanya,” tegas mantan aktivis Yogyakarta itu, Selasa (30/6/2020).

Berangkat dari pengalaman baik itu, diakuinya, semestinya DPP PPP lebih cepat dalam membuat keputusan terkait formulasi politik masa depannya di kota santri ini. Tentu hal demikian harus mempertimbangkan sekian aspek terutama ideologi Keislaman, Kebangsaan dan Kenegaraan. Karena bagaimanapun Sumenep menjadi wilayah terdepan wajah Indonesia bagi masyarakat.

“Koalisi menjadi keniscayaan bagi PPP Sumenep. Dengan 7 kursi, ia masih membutuhkan tambahan 3 kursi untuk mencapai 20% suara parlemen. Ini cukup mudah dilakukan dengan menggandeng Nasdem dan Demokrat plus PKS jika koalisi ideal PPP – PKB tidak bersedia ada di sudut pandang yang sama,” imbuh Ajimuddin.

Ketika disinggung, Kenapa rekom, hampir semua partai politik seolah tarik-ulur? “Ini yang perlu publik pahami secara cerdas. Saya melihat ada indikasi gerakan politik yang disebut deparpolisasi. Yaitu mengusung kandidat di luar partai (bukan kader) dengan sekian alasannya,” tegasnya.

Dijelaskan, Ini jadi tidak menarik karena dua hal yaitu pertama, platform ideologi politik yang belum tentu sama dan kedua, stagnasi parpol yang hingga hari ini gagal dalam mencetak kader mumpuni.

“Seharusnya DPP PPP haqqul yaqin bahwa dirinya siap dan mampu menjadi kapal pemecah ombak di samudera politik Sumenep yang mulai digiring kepada dua kutub, yang bisa saja pilkada Sumenep ini berakhir no contest,” tandas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Yogyakarta itu. (ibn)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional