Karta.co.id

Polres Sumenep Pastikan Akan Proses Dugaan Kasus Yang Menjerat Kades Gunung Kembar

  • Selasa, 8 September 2020 | 14:41
Polres Sumenep Pastikan Akan Proses Dugaan Kasus Yang Menjerat Kades Gunung Kembar



KARTA.CO.ID, SUMENEP – Kepolisian Resort Sumenep, Madura, Jawa Timur. akan terus memproses kasus dugaan penistaan dan penghinaan Oknum kepala desa (Kades) Gunung Kembar, Kecamatan Manding. Pasalnya, sampaikan saat ini masih sampai proses penyidikan.

“Perkembangan kasus itu masih sampai pada proses penyudikan,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, AKP. Widiarti. Selasa (8/9/2020) saat di kantornya.

Mantan Kapolsek Sumenep Kota ini, menerangkan, bahwa publik diminta untuk bersabar, sebab polisi masih memproses dan sudah sampai pada penyidikan.

“Bersabar ya, penyidik sedang bekerja dalam proses kasus tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, oknum Kepala Desa Gunung Kembar, berinisial S dilaporkan kepada Polres Sumenep, atas dugaan penistaan dan penghinaan.

Kades tersebut, dilaporkan yang diketahui bernama Moh. Ridhawi wartawan salah satu media di sumenep, warga Desa Kacongan, Kecamatan Kota Sumenep, dengan nomor TBL-B/LP-B/161/VII/RES.1.24./2020/RESKRIM/SPKT Polres Sumenep tertanggal 23 Juli 2020.

Sesuai hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dalam surat tanda bukti lapor yang ditandatangani oleh Bripka Arief Miftana bagian SPKT Polres Sumenep menerangkan, peristiwa tindakan melawan hukum itu terjadi pada Selasa, 14 Juli 2020 sekira pukul 17.00 Wib.

Saat itu pelapor bersama tiga temannya mendatangi rumah oknum kades dimaksud dengan tujuan silaturrahmi dan menanyakan mengenai pekerjaan proyek pembangunan tembok penahan tebing (TPT).

Namun, kedatangan pelapor membuat oknum Kades geram. Bahkan sempat melontarkan perkataan yang tidak pantas diucapkan oleh pejabat negara. Salah satunya mengatakan

“Ayo apa perlunya, ditebas kepalanya kamu”. Salain itu terlapor juga menyuruh pulang dengan nada kasar. “Pulang pulang, anjing ibumu”.


Perkataan tersebut oleh pelapor tidak dibalas dengan perkataan, melainkan dibalas dengan laporan Polisi pada 23 Juli 2020. Karena tindakan pelapor dianggap telah melanggar hukum sebagaimana dalam pasal 335 ayat (1) ke 2 dan pasal 310 ayat (1) KUH Pidana. (di/ibn).

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional