Karta.co.id

Ponpes Annuqayah Dicatut Penerima BOP, Kemenag Sumenep Mengaku Tidak Tahu

  • Jumat, 2 April 2021 | 18:06
Ponpes Annuqayah Dicatut Penerima BOP, Kemenag Sumenep Mengaku Tidak Tahu

KARTA.CO.ID, SUMEMEP – Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep mengaku tidak tahu menahu mengenai bantuan operasional pendidikan (BOP) pondok pesantren, termasuk dugaan pencatutan nama Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, Guluk-Guluk Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Kasubbag Kemenag Sumenep Moh. Rifa’i Hasyim mengatakan, mengenai BOP yang dicairkam kepada sejumlah lembaga tanpa ada koordinasi dengan pihak Kemenag Sumenep, termasuk BOP Pesantren, BOP Madrasah Diniyah, BOP untuk tunjangan profesi guru (TPG).

“Itu tidak atas usulan Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, bahkan se-Indonesian. (Program) itu ujub-ujub lah atau tiba-tiba ada. Makanya langsung (ke lembaga) rekeningnya saja (pakai) BNI,” kata mantan Kasi Pontren Kemenag Sumenep itu, saat dikonfirmasi media ini.

Sesuai arahan dari Kemenag Jawa Timur kata Hasyim Kemenag Kabupaten/Kota hanya diminta untuk membantu melancarkan proses pencairan. Seperti apabila ada kendala saat pencairan yang berkaitan dengan ijin operasional karena lembaga tidak memperpanjang atau dibiarkan mati.

Jika ada kendala seperti itu lanjut Hasyim, Kemenag hanya memberikan keterangan jika yayasan tersebut memang benar-benar terdaftar di Kementerian Agama. Karena salah satu syarat untuk bisa mencairkan BOP, yayasan atau lembaga terlebih dahulu terdaftar di Kemenag yang dibuktikan dengan diterbitkannya ijin operasional.

Sehingga kata dia dalam proses pencairan BOP, Kemenag tidak memiliki kewenangan untuk merekomendasikan pencairan bantuan tersebut. “Jadi rekomendasi dari Kemenag tidak ada, karena kami (Kemenag) membantu. Itu sesuai arahan dari Kemenag Jawa Timur demi kelancaran pencairan. sehingga (kemenag) tidak terlibat langsung, baik ke banknya atau kemana,” ungkap Hasyim.

Mengenai dugaan pencatutan yang terjadi di Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, Guluk-Guluk Sumenep, Hasyim sangat menyayangkan hal itu terjadi, meski sampai saat ini Kemenag belum mengetahui mengenai peristiwa tersebut.

Hingga saat ini kata dia, Kemenag belum mendapatkan laporan mengenai persolan yang terjadi di Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, Guluk-guluk Sumenep, baik itu dilakukan oleh perorangan maupun yayasan lain.

“Tidak ada laporan, kecuali ada laporan, mohon solusi atau solusi apa baru kami layani,” tegas Hasyim.

Sebelumnya, Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, Guluk-Guluk Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga dicatut sebagai penerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren. Sebab, salah satu ponpes tertua di Kabupaten Sumenep ini tidak pernah mengajukan bantuan tersebut, namun tercatat sebagai penerima bantuan.

“Namun ternyata ada orang-orang tidak dikenal yang mencairkan BOP Pesantren tahap III mengatasnamakan Annuqayah Lubsa di BNI Unit Pragaan,” kata Sulaisi Abdurrazaq, Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum IAIN Madura, yang ditunjuk sebagai Penasehat Hukum Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Sumenep. (rud/adi).

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional