Karta.co.id

Ponpes Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Diduga Dicatut Oleh Penerima Dana BOP

  • Jumat, 2 April 2021 | 14:12
Ponpes Annuqayah Guluk-guluk Sumenep Diduga Dicatut Oleh Penerima Dana BOP

KARTA.CO.ID, SUMENEP – Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, Guluk-Guluk Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga dicatut sebagai penerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren. Sebab, salah satu ponpes tertua di Kabupaten Sumenep ini tidak pernah mengajukan bantuan tersebut, namun tercatat sebagai penerima bantuan.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum IAIN Madura, Sulaisi Abdurrazaq, dkk yang ditunjuk sebagai Penasehat Hukum Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Sumenep.

Selama ini kata dia Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Sumenep tidak pernah mengajukan permohonan BOP Pesantren ke Kemenag.

“Namun ternyata ada orang-orang tidak dikenal yang mencairkan BOP Pesantren tahap III mengatasnamakan Annuqayah Lubsa di BNI Unit Pragaan,” kata Sulaisi sebagaimana rilis yang diterima media ini.

Sulaisi menceritakan, prihal tersebut baru terungkap setelah Ketua Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Sumenep atas nama Junaidi memperoleh informasi, jika Pesantren yang dibina memperoleh BOP pada Selasa, 16 Maret 2021. Keesokan harinya, Ketua Pengurus, Bendahara dan Khalili melakukan tatap muka dengan BNI Sumenep.

“Hasilnya, BNI Cabang Sumenep membenarkan jika terdapat ada orang yang mencairkan BOP Pesantren dengan mengatasnamakan Ketua dan Bendahara Pondok Pesantren An Nuqoyah Lubsa Guluk-Guluk Sumenep,” jelas dia.

Ketua APSI Jatim ini menduga sejak pengajuan bantuan dengan besaran Rp50 juta dari Kemenag itu diduga penuh rekayasa, karena nama Ponpes tidak sama. Sesuai data yang dikeluarkan oleh Kemenag bernama Pondok Pesantren An Nuqoyah Lubsa Guluk-Guluk Sumenep, padahal yang benar adalah Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa Guluk-Guluk Sumenep Madura Jawa Timur.

“Jadi dugaan kami, peristiwa ini sistemik dan sejak pengajuan sudah menggunakan data palsu atau dipalsukan,” jelas Sulaisi.

Selain itu kata dia, sesuai data yang diperoleh dari BNI Cabang Sumenep, Pondok Pesantren An Nuqoyah Lubsa ini adalah sebuah lembaga di bawah naungan Yayasan Pendidikan Sosial dan Dakwah Siratul Islam Pordapor Guluk-Guluk Sumenep. “Jadi, telah terjadi tindakan menduplikasi nama Pondok Pesantren Annuqayah dengan cara memalsu data-data yang sama sekali tidak bersesuaian dengan data yang benar milik klien kami,” jelas dia.

Dugaan sementara kata dia rekayasa ini dilakukan oleh dua orang, yakni berinisial JL selaku ketua dan MS selaku bendahara. JL dan MS diangkat sebagai ketua dan bendahara untuk mencairkan bantuan tersebut berdasarkan SK No. 136/SK/AN/VII/2020 yang dikeluarkan oleh Yayasan Pendidikan Sosial dan Dakwah Siratul Islam Pordapor Guluk-Guluk Sumenep, tertanggal 11 Juli 2020. Saat ini Sulaisi mengaku sudah mengantongi identitas berupa KTP dua nama tersebut.

Tidak hanya berupa SK pengangkatan dan identitas dua orang itu, Sulaisi juga mengaku telah mengantongi sejumlah data lain, seperti Akta Notaris Yayasan Pendidikan Sosial dan Dakwah Siratul Islam Pordapor Guluk-Guluk Sumenep; NPWP atas nama Yayasan Pendidikan Sosial dan Dakwah Siratul Islam Pordapor; KTP atas nama Ketua Yayasan Pendidikan Sosial dan Dakwah Siratul Islam Pordapor Guluk-Guluk Sumenep.

Selain itu juga kartu contoh tanda tangan penerima BOP berikut nomor telpon; Piagam Izin Operasional Pondok Pesantren yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep dan ditandatangani Kepala Kantor Kemenag Sumenep Drs. Ec. H. Moh. Shodiq, M.Pd.I tanggal 16 Februari 2017.

“Kami sampaikan informasi ini kepada halayak agar waspada, dan apabila terdapat pesantren lain yang mengalami hal yang sama dengan klien kami maka silahkan agar menyampaikan kepada kami, atas nama LKBH IAIN Madura siap membantu,” jelas dia. (rud/dun)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional