Karta.co.id

Tak Tepat Sasaran, CSR Perusahaan Migas Dipertanyakan Warga Gili Genting

  • Senin, 9 September 2019 | 11:47
Tak Tepat Sasaran, CSR Perusahaan Migas Dipertanyakan Warga Gili Genting
Puluhan Pemuda Gili Raje - Gili Genting ketika melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumenep. (*)

KARTA.co.id, SUMENEP – Puluhan Pemuda kepulauan Giliraja yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Giliraja (AMG) Kecamatan Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi turun jalan ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Kedatangan mereka, Senin (9/9/2019), menggunakan kendaraan roda dua dan mobil untuk mempertanyakan realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Ophir Medco Energy Company yang dianggap tidak tepat sasaran dan disfungsi.

Korlap aksi, Ach Sidqi Sadiq dalam orasinya menyampaikan, CSR perusahaan migas yang mengeruk kekayaan perairan kecamatan Giligenting dianggap tidak memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat setempat.

“Keberadaan perusahaan migas lewat tanggungjawab sosialnya selama ini tidak tepat sasaran, bahkan realisasinya terindikasi hanya dimanfaatkan oknum oknum tertentu yang sengaja memainkan keberadaan dana CSR,” tandas Ach Sidqi ketika berorasi.

Dalam kajiannya, program tanggungjawab sosial perusahaan selama ini, terindikasi tumpang tindih, karena realisasi programnya cenderung menjelma menjadi program APBDes dan APBD.

“Selama ini, program CSR mengalami disfungsi dan disorientasi, CSR cenderung menjelma dengan program APBDes dan APBD, sehingga terkesan tidak jelas mana CSR mana program pemerintah,” beber Sidqi.

Dalam aksi itu, para pemuda melayangkan selebaran yang berisi tujuh poin tuntutan. Salah satu diantaranya menuntut agar perusahaan memberikan sudsidi listrik bagi masyarakat giliraja dan menyediakan fasilitas kesehatan berupa ambulan laut maupun darat.

Poin lain, mereka meminta CSR dapat difungsikan terhadap peningkatan pendidikan, program pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan memberikan bantuan usaha untuk menekan angka urbanisasi warga setempat.

Selain itu, mereka juga mendesak agar pihak ketiga dibubarkan selaku pelaksana dan pengawas realisasi CSR, karena dianggap gagal dalam mengelola dam melakukan pengawasan.

Dalam penyampaiannya, mereka berencana menggelar aksi dengan massa yang lebih besar dari empat desa di pulau Giliraja ke titik eksploitasi, pada Sabtu (14 September 2019) mendatang, untuk menyampaikan tuntutan serupa.

“Demo hari ini, menjadi agenda perdana, kami akan demo besar besaran pada Sabtu mendatang, langsung ke titik eksploitasi, jika mereka tidak mampu merealisasikan itu, kita akan desak PT. Ophir Medco Energy Company untuk angkat kaki dari perairan Gili Genting,” imbuh orator aksi, Suyitno.

Pantauan media ini, aksi tidak berlangsung lama, karena setelah selesai menyampaikan tuntutan, mereka bergegas meninggalkan gedung wakil rakyat di jalan Trunojoyo tanpa mau ditemui para politisi di gedung parlemen tersebut

“Kami ke sini, hanya ingin berpamitan, kami tidak ingin beraudiensi apalagi berdiskusi, kami hanya ingin memberitahukan kami akan menggelar demo ke lokasi eksploitasi langsung,” tandasnya sambil meninggalkan lokasi aksi. (ibn)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional